Uang Rakyat atau Uang “Wakil” Rakyat

korupsi Sepertinya berita seputar para “wakil rakyat” di senayan tidak akan habis-habis. Setelah sejumlah anggota “terhormat” ini dijebloskan ke dalam bui, mensahkan RUU yang tidak jelas kepentingannya untuk masyarakat Indonesia, hingga yang paling hangat renovasi gedung DPR/MPR senayan yang dinilai tidak sensitif terhadap keadaan ekonomi baik global maupun ekonomi masyarakat ini yang masih morat-marit.

Untuk renovasi ini DPR harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit kurang lebih 34 milyar rupiah untuk renovasi ditambah 7 milyar untuk furniture, jadi totalnya 41 M. Tapi ini bukan uang para “wakil” rakyat melainkan uang saya, kamu dan seluruh masyarakat yang terhimpun melalui pajak masyarakat.

Pagi ini saya menonton acara editorial media indonesia di metro tv tentang topik ini dan salah satu penelepon mengatakan “renovasi ini katanya untuk meningkatkan kinerja anggota DPR, tapi kinerja yang mana?”, haha betul sekali, kinerja DPR apa sih yang bisa dibanggakan hingga saat ini? RUU AP? Study banding ke negara2 lain dengan tujuan tidak jelas? koruptor2 yang bersarang disana?

Kembali ke masalah renovasi ini, muncul pertanyaan kenapa para “wakil” rakyat ini sangat mudah mengeluarkan uang sebanyak itu? apa tidak ada pertanggung jawaban? apabila kita menganalogikan Indonesia itu sebagai sebuah perusahaan, maka rakyat indonesia merupakan pemegang saham dimana jumlah saham yang dimiliki tiap orang itu sama tidak ada yang lebih banyak / lebih sedikit. Presiden sebagai CEO, mentri sebagai direktur bidang, wakil rakyat mungkin bisa di analogikan sebagai para komisioner dan gubernur dst sebagai kepala cabang.

Dan yang saya tahu di dalam perusahaan level paling tinggi ialah pemegang saham, dimana perusahaan berusaha untuk memakmurkan para pemegang saham. dan semua rencana dan pertanggung jawaban akan dipaparkan kepada pemegang saham.

Tapi yang terjadi di indonesia justru kebalikannya. Uang yang berasal dari pemegang saham ini justru dihambur2kan oleh para pegawai perusahaan. dan untuk renovasi gedung DPR/MPR ini kami sebagai pemegang saham negara ini meminta kamu para anggota DPR untuk menjelaskan secara rinci pembelian dan renovasi gedung ini, sehingga dapat dinilai apa ada permainan dan apa kamu akan kami (pemegang saham) pecat atau tidak

susah juga ya.. apa kita cuma bisa bermimpi suatu saat rakyat indonesia bisa diakui sebagai pemegang saham negara Republik Indonesia ini?

~ oleh RedBaron di/pada November 19, 2008.

Satu Tanggapan to “Uang Rakyat atau Uang “Wakil” Rakyat”

  1. tenang dulu bro, renovasi dpr itu penting dan mendesak
    itu lho renovasi mentalnya, setuju?
    http://opiniorangbiasa.blogspot.com

Tinggalkan Balasan