Uang Rakyat atau Uang “Wakil” Rakyat

•Nopember 19, 2008 • 1 Komentar

korupsi Sepertinya berita seputar para “wakil rakyat” di senayan tidak akan habis-habis. Setelah sejumlah anggota “terhormat” ini dijebloskan ke dalam bui, mensahkan RUU yang tidak jelas kepentingannya untuk masyarakat Indonesia, hingga yang paling hangat renovasi gedung DPR/MPR senayan yang dinilai tidak sensitif terhadap keadaan ekonomi baik global maupun ekonomi masyarakat ini yang masih morat-marit.

Untuk renovasi ini DPR harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit kurang lebih 34 milyar rupiah untuk renovasi ditambah 7 milyar untuk furniture, jadi totalnya 41 M. Tapi ini bukan uang para “wakil” rakyat melainkan uang saya, kamu dan seluruh masyarakat yang terhimpun melalui pajak masyarakat.

Pagi ini saya menonton acara editorial media indonesia di metro tv tentang topik ini dan salah satu penelepon mengatakan “renovasi ini katanya untuk meningkatkan kinerja anggota DPR, tapi kinerja yang mana?”, haha betul sekali, kinerja DPR apa sih yang bisa dibanggakan hingga saat ini? RUU AP? Study banding ke negara2 lain dengan tujuan tidak jelas? koruptor2 yang bersarang disana?

Kembali ke masalah renovasi ini, muncul pertanyaan kenapa para “wakil” rakyat ini sangat mudah mengeluarkan uang sebanyak itu? apa tidak ada pertanggung jawaban? apabila kita menganalogikan Indonesia itu sebagai sebuah perusahaan, maka rakyat indonesia merupakan pemegang saham dimana jumlah saham yang dimiliki tiap orang itu sama tidak ada yang lebih banyak / lebih sedikit. Presiden sebagai CEO, mentri sebagai direktur bidang, wakil rakyat mungkin bisa di analogikan sebagai para komisioner dan gubernur dst sebagai kepala cabang.

Dan yang saya tahu di dalam perusahaan level paling tinggi ialah pemegang saham, dimana perusahaan berusaha untuk memakmurkan para pemegang saham. dan semua rencana dan pertanggung jawaban akan dipaparkan kepada pemegang saham.

Tapi yang terjadi di indonesia justru kebalikannya. Uang yang berasal dari pemegang saham ini justru dihambur2kan oleh para pegawai perusahaan. dan untuk renovasi gedung DPR/MPR ini kami sebagai pemegang saham negara ini meminta kamu para anggota DPR untuk menjelaskan secara rinci pembelian dan renovasi gedung ini, sehingga dapat dinilai apa ada permainan dan apa kamu akan kami (pemegang saham) pecat atau tidak

susah juga ya.. apa kita cuma bisa bermimpi suatu saat rakyat indonesia bisa diakui sebagai pemegang saham negara Republik Indonesia ini?

Kolusi KPPU dengan Astro/Firstmedia/ESS ????

•September 16, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, 16 September 2009 21:38 PM

beberapa menit yang lalu teman saya mengirimkan pesan singkat melalui YM!

Presdir Firstmedia ditangkap KPK

Penasaran, akhirnya saya mencoba melihat berita-berita terbaru di internet. Dan ternyata benar Presdir Firstmedia Tbk, Billy Sindoro  ditangkap KPK bersama anggota KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) dan 3 orang lainnya.

Berita ini sedikitnya menjawab pertanyaan saya dan mungkin juga beberapa orang yang memperhatikan secara dekat industri televisi berbayar di Indonesia yang semakin ramai. Kenapa ketika semua telunjuk menunjuk Astro sebagai perusahaan Illegal, Perusak persaingan usaha Sehat dengan monopoli EPL/BPL etc.. Astro sepertinya tidak tersentuh sama sekali oleh KPPU, bahkan KPPU terkesan membela Astro, hanya sempat tersandung oleh menkominfo selama 4 hari tidak tayang.

Setidaknya berita ini kembali mencoreng lembaga pengawas Indonesia yang memang sangat lemah dan sangat bobrok, sudah stadium 4 mungkin kalau disamakan dengan kanker, Sangat parah dengan kemungkinan kematian sangat tinggi.

Sedikit melebar… kasus Astro (satu grup dengan firstmedia / lippo) ini hampir mirip dengan Aora TV, apa kasus ini berpengaruh kepada AORA? kita liat saja nanti…

——-

Kantor Cabang Indovision

•Agustus 26, 2008 • 5 Komentar

So… few days ago i got an email from my friend, an interesting one. Why? Yep, now MNC Skyvision got their reps office in over 40 cities in Indonesia.

Who the heck is MNC Skyvision? well for you who live in indonesia long enough must be familiar with the word Indovision, the first Pay-TV Operator in Indonesia and in my opinion still the market leader and they just achieved the Top Brand award title from the Marketing Magazine in coorporation with Frontier Consulting Group (Indovision.tv,2008)

Anyway-i forgot exactly when- MNC Skyvision also launch a new product called TOP TV. which targeted the middle low market segment with only a cheapo RP. 85k/month for the subscription fee. I believed this is their strategy to conquer the Indonesian market to compete with new competitors.

well.. Any of you who got complaints or want more information about indonesia’s first pay-tv could contact or come directly to their office.

here’s the list

Jabodetabek

  • Jakarta — Jl. Raya Panjang Z/III JakBar (021-5828000)
  • Bekasi — Ruko Boulevard Hijau Blok B6 No. 17 Sentra Niaga 3 Barat Kota Harapan Indah
  • Bogor — Jl. Lingkar Utara Ruko Taman Yasmin Sektor 6 No. 224

Jawa Barat

  • Bandung — Jl. RE. Martadinata (Riau) No. 150 (022-7207900)
  • Tasikmalaya — Jl. HZ. Mustofa (Komp. Ruko TIP No. 27)  (0265-345007)
  • Cirebon — Jl. Pagongan No. 40  (0231 – 200107)
  • Sukabumi — Jl. Bhayangkara No. 93 (0266 -212353)
  • Karawang –  Jl. Ahmad Yani Ruko Mall Cikampek Blok B No. 5 (0264 – 304641)

Jawa Tengah

  • Semarang — Jl. S Parman No. 1 (024-8457100 s/d 105)
  • Solo –  Jl. Achmad Yani No. 366 Pabelan (0271 – 724404)
  • Yogyakarta — Jl. Balerejo No. 35 (0274 – 556794)
  • Purwokerto — Jl. Overste Isdiman P 7  No. 536 (0281 – 622365)
  • Tegal — Jl. Kol. Soegiyono (0283 – 323769 / 343865)

Jawa Timur

  • Surabaya — Jl. Embong Malang No. 38 C (031- 5310500)
  • Malang — Jl. Tengger No. 8 (0341 – 362062)
  • Jember — Jl. Jawa – Komplek Ruko Pesona Jawa Blok A No. 2 (0331 – 334461)
  • Kediri — Jl. Imam Bonjol No. 102 (0354 – 695165)
  • Madiun — Jl. Gadjah Mada Kav. 6 (0351 – 485050)

Sumatera

  • Banda Aceh — Jl. Komplek Punge Blancut
  • Medan  — Jl. Dr. Mansyur No. 48 B Padang Bulan (061- 8228002)
  • Padang Sidempuan — Jl. Letjen S Parman No. 14 (0634 – 28113)
  • Rantau Parapat  — Jl. Siringo-ringo No. 54/56 (0624 – 22238)
  • Batam — Komp. Tanah Mas Blok K E1-F1 Sei Panas (0778- 430019, 430020)
  • Pekanbaru — Jl. Jend. Sudirman No. 168 H (0761- 848550 / 7064769)
  • Dumai — Jl. Cempedak No. 7 A (0765 – 35444)
  • Padang — Jl. Raden Saleh No. 21 (0751 – 7055369)
  • Palembang — Jl. Basuki Rahmat Ruko No. 1 (0711- 354755)
  • Jambi  — Jl. Adam Malik No. 22
  • Muara Enim — Jl. Lintas M. Enim Lahat (0734 – 423645)
  • Pangkal Pinang — Jl. Soekarno Hatta No. 43 (0717 – 421116)
  • Bengkulu — Jl. Jati No. 19 Sawah Lebar (0736 – 23746)
  • Bandar Lampung –  Jl. Gajah Mada No. 12/3 Tanjung Karang Timur (0721 – 241511)

Kalimantan

  • Balikpapan — Jl. Jend. Sudirman No. 271 C (0542-746299)
  • Samarinda — Jl. Ahmad Yani II No. 9 A (0541 – 770945 / 739195)
  • Pontianak — Jl. Tani Makmur No. 7 Kota Baru (0561 – 6589328)

Sulawesi

  • Makassar — Jl. Boulevard No. 24 Komp. Panakukang Mas (0411- 425800)
  • Kendari –Jl. Mayjen Sutoyo No. 75
  • Manado — Jl. TNI 8 No. 5 Manado (0431- 843590)

Bali

  • Denpasar — Jl. Diponegoro No. 109 (0361- 265808)

NTB

  • Mataram –  Jl. Bung Karno Blok i No. 92 (0370 – 625564)

That’s all i guess, i’ll update this list as soon i got newer information.. hope this helps.

AORA TV, Apaan ya?

•Agustus 21, 2008 • 4 Komentar

Pasar TV berbayar di indonesia sepertinya akan semakin ramai dalam waktu 2 tahun ini, PT. Karyamegah Adijaya kini hadir dengan produknya AORA TV.

  • Company Name            : PT. Karyamegah Adijaya
  • Product / Brand            : AORA TV
  • Website                        : www.Aora.tv
  • Total Channel offered  : 12 Channels
  • Exclusive program(s)   : Olympic 08 & EPL/BPL season 2008/2009
  • Installation fee            : Rp.200.000
  • Deposit fee                  : Rp.200.000
  • Bundling (BPL Package): Rp. 1.700.000 (Free instalation + 1 year subsciption fee)
  • Local Channels            : TVRI, SCTV, TVone
  • Sports Channels          : GoalTV1, GoalTV2, ESPN, Star Sports
  • International Channels: CNN, Hallmark, Boomerang, History, Crime&Investigation

(source: www.aora.tv)

My Totally Biased Comment

Kecuali penggila EPL/BPL kayanya ga ada alasan lain untuk berlangganan Aora TV, dengan bundling yang cukup mahal 1.7 juta. kalau dikurangi biaya deposit + instalasi  berarti nett pertahunnya = 1.3  berarti perbulannya sekitar 100 ribuan, memang ga terlalu mahal sih, tapi hati-hati aja dengan apa yang terjadi dengan astro, cuma setahun ada epl tahun berikutnya dilepas, kalo EPL dilepas aora tahun depan apa lagi yang mau ditonton?

Telkomsel (cont’d) — Caveat Emptor (buyer beware)

•Juli 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, 23 July 2008

Wow………. (speechless)

ngga disangka, blog sakit hati saya Telkomsel Flash SUCKS! — Surat Terbuka Kepada PT. Telekomunikasi Selular Indonesia akhirnya menembus angka 600 views dalam satu hari. Mungkin buat para sesepuh blogger di alam maya ini angka segitu ngga seberapa, tapi sejak blog ini dibuat bulan november 2007, average perbulan hanya sanggup menembus angka 40 views per month.

Lucu juga ngebaca comments yang masuk. Ada yang punya pengalaman yang sama, ada yang memberikan input membangun, ada juga yang justru marah2 ke saya :) . Tapi yang pasti semua comments saya terima dengan lapang dada, sebagai bentuk demokrasi (halah).

Dari 14 comments yang ada (termasuk reply saya), ada 2 comments yang menerbitkan pertanyaan baru bagi saya..

Lho diawal kan sudah dibilang bahwa kecepatannya “up to” yang bisa diartikan 0 – up to speednya. Itulah permainan kata-kata dari operator.Naif Al’as dibahas juga di dalam Juli 21, 2008 pada 9:43 am (sunting)

…klu menurut saya anda tuh seharusnya baca dulu baik2, pahami, anda juga tuh terlalu gaptek, anda terlalu naif tuk mengatakan anda juga tolol tidak mengerti ttg flash dan anda merasa anda menyesal menggunakannya. ne lah bangsa kita, mudah menjudge sesuatu tanpa memikirkannya dahulu. kan dah dijelaskan untuk kecepatan flash UP TO…bumi dibahas juga di dalam Juli 23, 2008 pada 8:40 am (sunting)

apa sih arti up-to itu? apa itu hanya sekedar jargon marketing? apa itu bisa dipakai untuk mempersalahkan konsumen bila speed yang didapat si konsumen tidak sesuai dengan janji dari ISP?

ok, penalarannya seperti ini.. saya punya sebuah perusahaan ISP, menawarkan produk anyar dengan harga murah Rp.259.000,- maka pelanggan akan mendapatkan internet dengan speed Up To 3,6 Mbps, tapi ternyata saya hanya menyediakan speed sebesar 56,6 Kbps aka speednya dial up, dan ketika pelanggan saya membludak dan akhirnya komplain, maka saya cukup bilang “ya salah bapak/ibu dong, kan tulisannya “Up To” kalau bapak ibu baca kontraknya juga ditulis itu bukan dedicated loh.. berarti kita ngga salah dong, tempat bapak/ibu kali yang banyak gangguan”

kalau gitu emang boleh saya mau bikin perusahaan ISP aja deh :D .

Telkomsel Flash — Surat Terbuka Kepada PT. Telekomunikasi Selular Indonesia

•Juli 17, 2008 • 32 Komentar

Tidak Etis rasanya kalau saya tidak memberikan penjelasan setelah surat saya dibawah ini, dan saya tidak mau dibilang lempar batu sembunyi tangan.

Comment yang saya dapatkan atas tulisan saya dibawah ini cukup beragam, tapi menurut saya (IMHO loh) complain itu perlu, dengan adanya complain kita dapat menilai service yang kita berikan kepada konsumen kita. Mungkin complain saya terlalu kasar, maka saya minta maaf yang sebesarnya.

Anyway seperti yang saya bilang di comment reply, bahwa 2 hari setelah saya tulis blog ini (18&19) flash kacau balau, koneksi lewat jaringan HSDPA tidak bisa sama sekali, dan hanya dapat mengakses site lokal, sedangkan tanggal 16+17 koneksi melalui jaringan HSDPA sangat sulit, total = 4 hari.

Tapi setelah itu-20 juli onwards, T-flash berjalan normal, koneksi cepat dan stabil di jaringan HSDPA. Dan dari apa yang saya dengar dan baca flash sedang melakukan perbaikan jaringan.

Dengan ini saya meralat judul dari post saya ini. But damage is done and hopefully lesson learned :)

FYI – Per 24 juli total bytes used = 1.15 GB, dan konsumen yang benar2 mengerti tentang suatu produk hanya minoritas dari seluruh pelanggan.. dan rating paling tinggi di tipi adalah acara gossip..

peace :)

redbaron

Jakarta, 17 Juli 2008

Kepada Yth,
Customer Support department
PT. Telekomunikasi Selular Indonesia
Di Jakarta

CC: Seluruh pemegang saham PT.Telkomsel
Seluruh Direksi PT. Telkomsel
Seluruh Kadiv/Kadept PT. Telkomsel
Seluruh Pegawai PT. Telkomsel di pelosok tanah air

Dengan Hormat,

Jujur saja, selama ini saya sedang mencari-cari ISP (Internet service provider) yang murah pas di kantong, sebagaimana saya hanya seorang pegawai rendahan di sebuah perusahaan swasta di jakarta barat. Terbiasa dengan internet 3 mbps dan harga yang murah (kurang lebih cuma $39) waktu kuliah dulu, hidup ini terasa hampa tanpa adanya sang inet yang sangat membantu dalam komunikasi dengan teman2 ‘45 seperjuangan dan juga istri temans dimanapun mereka berada.

Alhasil, gayung pun bersambut ketika saya membuka sebuah surat kabar ibu kota, yang menampilkan iklan hitam putih entah berapa kolom tentang internet murah dengan harga wajar dari perusahaan anda. Dengan tekad bulat saya mendatangi sebuah gerai halo di sebuah mall di jakarta selatan, dan dengan secepat kilat setelah 2 minggu menunggu indent sang modem hitam berlogo flash, akhirnya saya terhubung kembali ke dunia maya.

Walau dengan kecepatan yang katanya sampai 256 Kbps dan Unlimited bandwith walau cuma 3 GB akhirnya saya mulai mengunduh byte demi byte dari www baik berupa data, informasi, bokep de el el.

Sayangnya keindahaan berinternet ria ini hanya berjalan sekitar seminggu. Di minggu kedua saya mulai menyadari, bahwa telkomsel ini kurang ajar apabila sedang di jaringan UMTS (aka 3G) maka saya tidak dapat connect ke internet. apa bila connect lewat HSDPA (aka 3.5G) dan tiba2 turun ke UMTS maka speed koneksi langsung meningkat tajam hilang dan menunjukkan angka yang sangat indah yaitu 0.00 kbps sungguh angka yang cantik sekali. akhirnya dengan memuaskan diri sendiri berat hati saya connect melalui jaringan GPRS yang nyata – nyata super kenccaaaaanggg lemmmooooott.

Menilik kembali kebelakang, disaat sebelum tanda tangan kontrak, maka saya mengingat kembali apa yang harus saya bayarkan kepada telkomsel seandainya saya memutuskan hubungan yang sangat romantis ini dengan telkomsel. sang mbak yang product knowledgenya melebihi dewi yunani, menjelaskan dengan anggun bahwa saya harus membayar penalti 500 ribu + sisa tagihan dari kontrak saya setahun, atau maksudnya “lu bakal miskin banget deh kalo putus kontrak ama si telkomsel itu” yang kalo diartikan dalam bentuk nominal maka jurnal yang muncul dalam laporan keuangan saya ada lah account payable — telkomsel indonesia Rp. 3.500.000.-
dan saya lebih miskin 3,5 juta dibanding saat ini…

Menilik kawin kontrak antara saya dan telkomsel, maka dapat dijabarkan dengan kata2 yang sederhana bahwa saya menyetujui untuk menggunakan jasa dan produk dari telkomsel yang dinamakan telkomsel flash sebesar 256 kbps unlimited perbulan dengan pemakaian minimal selama 12 bulan dan apabila berhenti kurang dari 12 bulan tersebut maka pinalti akan menanti dan juga telkomsel dengan bagian legalnya.
Tapi berhubung kontrak itu mengikat 2 belah pihak, maka dapat diartikan bahwa telkomsel juga setuju untuk menyediakan produk yang dinamakan telkomsel flash dengan bandwith 3GB unlimited dan speed sebesar 256 kbps kepada saya.

Tapi kenapa yang saya terima lebih baik tidak sesuai dengan apa yang ada di perjanjian kita itu telkomsel, apa engkau sudah melupakan diriku sebagi seorang pelanggan? apa engkau lebih tertarik dengan pelanggan2 tajir yang menggunakan speed lebih tinggi? dimana mereka menggelontorkan uang yang lebih banyak? yang berakibat lebih indahnya cashflow dari PT. Telkomsel?.
Atau mungkin telkomsel hanya mengejar mas-mas jumlah pelanggan? tanpa mempertimbangkan jaringan yang cukup untuk mensupport jumlah pelanggan itu? kemudian dilaporkan di RUPS bahwa pelanggan telkomsel flash kita mencapai angka 3 juta orang dalam waktu satu tahun, dengan adanya program telkomsel flash unlimited anjing ini. kemudian seluruh PS bertepuk tangan memberikan standing ovation kepada direksi telkomsel, yang berhasil meningkatkan market share dan menjadi market leader di bidang mobile internet di indonesia. tapi apa si PS itu sadar bahwa ternyata dari 3 juta pelanggan 2,900,000 orang harus membeli garam beryodium di warung terdekat karena gondok dengan pelayanan bajingan dari perusahaan anda?

Sebenarnya saya juga bekerja di perusahaan jasa, walaupun hanya seorang jongos, tapi saya mengerti sistem dan tata cara komplain yang benar, karena itu saya mengirimkan surat terbuka ini di blog saya ini agar teman2 yang ingin kawin kontrak dengan perusahaan anda berpikir jutaan kali. apabila tidak ada perubahan dari pelayanan anda maka saya akan memposting surat ini di forum2 dan website2 lain, yang akan diakses lebih banyak orang, dan kalau tidak ada perubahan juga, maka saya akan mengirimkan surat yang paling indah ke kolom pengaduan di surat kabar terkemuka di negeri ini. dan langkah terakhir yang akan saya lakukan adalah class action terhadap perusahaan anda , atas segala kerugian yang saya dan pelanggan2 telkomsel terima. Sebagaimana yang sudah ditulis oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) tentang class action di situs ELSAM, www.elsam.or.id , bahwa “Class Action adalah suatu gugatan perdata yang diajukan oleh satu orang atau lebih yang mewakili kelompok yang dirugikan untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan karena adanya kesamaan fakta dan dasar hukum antara satu orang atau lebih yang mewakili kelompok dengan kelompok yang diwakili.”

Demikian surat ini saya buat tanpa adanya paksaan dari Netzap, IM2, Wimode, Flexi, Fren, Biznet, Firstmedia, etc sebagai pesaing2 anda di bidang ini.

Dengan Cinta,

Yang tidak dapat lepas (sementara)
dari anda

Service Excellence di Indonesia : Antara Mimpi dan Kenyataan

•Desember 2, 2007 • 4 Komentar

Apa sih service excellence itu? Kalo menurut mas wiki (en.wikibooks.org/wiki/SA_NCS_Hospitality_Studies:Glossary ) sih

Service excellence : service that exceeds the needs and expectations of the customer

Yang artinya servis yang diberikan melebihi harapan dan kebutuhan dari sang pelanggan atau customer. Tulisan ini dibuat sebenarnya untuk melihat apakah perusahaan di Indonesia (terutama perusahaan-perusaan besar) sudah melakukan yang namanya service excellence? Atau hanya sekedar servis ala kadaranya kepada customer mereka.

Dalam buku yang diterbitkan oleh guerilla group inc (http://news.bookweb.org/m-bin/printer_friendly?article_id=2995) menyebutkan kalau 96% dari pelanggan yang tidak senang tidak akan melakukan complain, tapi 9 dari 10 tidak akan kembali. Satu orang pelanggan yang tidak senang tadi akan memberi tahu 9 orang lain tentang pengalaman mereka dan 13% dari mereka akan memberitahu kepada 20 orang lain tentang servis buruk anda.

Sedangkan customer yang senang akan memberi tahu hanya kepada 5 orang lain tentang servis memuaskan dan hanya satu dari 5 yang bakal jadi pelanggan anda.

Tapi apakah semua perusahaan di Indonesia tidak ada yang memiliki service yang baik? Tidak juga, menurut saya banyak juga yang berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada customernya, tapi yang saya sayangkan perusahaan yang bergelar “Perusahaan Nasional” masih tidak memiliki keinginan untuk memberikan service excellence kepada customernya.

1.Adira Dinamika Multi Finance Tbk. :(
Mungkin kita semua sudah kenal dengan adira terutama yang berurusan dengan kredit atau “leasing” kendaraan bermotor. Kalau menurut Majalah investor edisi September 2007, Adira menjadi perusahaan dengan laba terbesar, dengan laba bersih mencapai hampir 464 miliar Rupiah, dan dengan pangsa pasar sebesar 17,19%.

Namun bagaimana dengan servis yang diberikan oleh Adira kepada pelanggannya? Menurut saya sih biasa saja cenderung buruk dan tidak istimewa

Satu hal yang sangat lucu dan menyedihkan ketika sang surveyor dari Adira datang kerumah, kemudian bertanya “kenapa ga di bayar lunas aja mas” hahahaha.. yang benar aja, I give you business, with profit like 40-50% in two years. Harusnya sih “Terima kasih mas sudah memilih Adira sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor si mas bla.. bla.. bla”Ga ngerti juga kenapa si surveyor nanya gitu. Pelayanan di tempat pembayaran juga menyedihkan. Kertas antri yang Cuma potongan kertas dengan angka ditulis tangan, dan teller yang ga ada ramah-ramahnya, orang2 dari dealer yang nyerobot sesuka hatinya (kenapa ga disiapkan counter khusus dealer). Mungkin untuk menekan pengeluaran supaya dapat laba bersih yang gede tadi.

2. PT. Bank Mandiri Tbk. :(

Siapa sih yang ngga kenal bank mandiri? Bank ini bisa dibilang terbesar di Indonesia dengan asset 265 trilliun atau lebih besar dari BCA yang “Cuma” 184 trilliun (Investor September 2007).

Anyway kekecewaan saya berawal ketika ingin melamar posisi ODP aka officer development program. Ternyata jawaban dari sang mbak2 yang ngejaga meja sangat teramat sangat mengejutkan “Untuk ODP hanya untuk lulusan ITB,UNPAD, Maranatha(?) dan beberapa universitas lain yang saya udah lupa namanya.

Jujur saja waktu itu rasanya emosi juga dengar jawaban dari mereka, ternyata bank sebsar mandiri diskriminatif dalam memilih pegawainya, bagai mana mandiri melayani customernya? “maaf mas hari ini kami hanya melayani nasabah dengan tabungan diatas 100 juta, kalau tabungan mas yang Cuma 50 ribu gitu kelaut aja deh mas” haha.. kembali ke jobfair hampir saja saya nyeletuk “wah ternyata bank mandiri diskriminatif gini ya” atau “tapi mbak.. saya lulusan Harvard University dengan magna cum-laude? Ga bisa juga ya?” tapi saya urungkan,

Apa lulusan ITB atau UNPAD dll itu sudah pasti pintar? Apa lulusan dari bukan univeristas tadi sudah pasti bodoh? Siapa bilang? Mungkin lebih baik kalau si pegawai mandiri itu juga menjelaskan “memang kita hanya menerima calon pegawai dari universitas tsb karena memang sudah ada kerjasama bla..bla…bla..” atau “karena ini divisi regional jawa barat, lulusan dari universitas tsb lebih mengerti daerah ini” mungkin kalau ada keterangan seperti itu lebih enak dan kita bisa mengerti.

3. PT. Telkom Tbk. :|

Telkom… hmm… sebenarnya Telkom ini saya masukkan ke dalam kategori cukup. Kenapa cukup? Karena Telkom sudah meningkatakn pelayanannya tapi masih ada kekurangan dan kekurangannya juga cukup parah.

Kemarin itu saya ingin membayar tagihan telkom speedy yang over quota dan jatuh tempo, karena baru membayar pertama dan tagihan yang tak kunjung datang akhirnya saya menelepon 147 untuk menanyakan syarat dan cara pembayaran. Dan jujur saja sangat puas dengan 147. akhirnya saya berangkat ke kantor telkom di jl. Supratman, setelah memarkir motor kreditan tadi saya pun langsung ke pintu masuk. Ternyata sudah ada 2 wanita yang membukakan pintu *ehm*, kemudian salah seorang bertanya “keperluannya apa mas” dan setelah tau kalau saya itu Cuma bayar tagihan dengan sukses saya dialihkan ke belakang, bagian pembayaran.

Yang sedihnya bagian pembayaran itu berbanding 180 derajat dengan bagian depan yang tadi (yang mungkin bagian pasang baru atau complaint) tempatnya kumuh, bau makanan yang menusuk, pembicaraan yang ngga jelas “iya nasi gorengnya ngga enak” “kalau mi gorengnya sih lumayan koq” (??????). kenapa pembayaran ngga disatuin aja di gedung yang pertama? Apa mungkin telkom berpikiran “ah kamu kan sudah langganan ngga mungkin lari lah, wong kita kan udah monopoli?” Hahahaha..

4. PT Bank Central Asia Tbk :)

Bank BCA mungkin bisa saya kategorikan terbaik dalam memberikan pelayanan, mulai dari pak satpam waktu kita melangkah masuk, mbak CS dan tellernya sangat ramah dan sopan, pokonya keramahan BCA ini bisa dijadikan contoh buat perusahaan2 lain. Bravo BCA

5. SPBU Pertamina (Pastipas) :)

Mungkin ini menunjukkan ngga perlu insentif gaji besar supaya sang frontliner bisa ramah kepada customernya, asal sang boss mengarahkan dengan baik dan jelas anak2 buah pasti melakukannya. Berhubung di bandung belum ada Shell atau Petronas jadi ngga bisa membandingkan langsung, tapi selama saya ke SPBU baik pastipas atau nggapasti, selama ini puas, si attendant langsung menghampiri “selamat pagi/siang/sore, isi premium/pertamax mas? 20 ribu? Dimulai dari nol ya” walau terkesan sederhana tapi cukup efektif.

Mungkin ini sedikit gambaran aja pengalaman saya dalam melihat dan menilai pelayanan yang diberikan perusahaan dengan gelar nasional, ini bukan generalisasi bahwa seluruh pelayanan mereka seperti itu pasti ada yang baik atau buruk. Saya juga minta maaf sebelumnya kalau ada yang merasa tersinggung kalau perusahaannya saya bilang kasih pelayanan jelek. Semua ini semata2 supaya perusahaan bisa meningkatkan pelayanannya kepada customer, dan customer juga semoga semakin kritis dalam menilai pelayanan yang diterima.

WC:994 words